Tuesday, February 2, 2016

Kita tidak bisa tampil hanya dengan satu wujud untuk menjadi pengubah.

Dengan pintar, kita bisa menyiasati apa yang sulit menjadi mudah. Atau dengan magis-magis neurosains, mengubah yang mudah menjadi bukan persoalan. Pintar bisa mengubah alur-alur sesuai logika, kemudian menciptakan banyak jalan menuju apa yang dikehendaki.

Dengan baik, kita bisa meleburkan apa-apa yang keras. Memadamkan hal-hal yang buruk. Menyebarkan semangat baru, atau sekadar menyemikan senyum-senyum. Baik bisa menumbuhkan renggasan harapan yang pupus, kemudian menciptakan dongeng, roman picisan.

Namun jika hanya pintar yang diteguh, bisa muncul benih-benih buruk dalam hati.
Jika hanya baik yang digenggam, bisa dimanfaatkan bodohnya untuk hal-hal tak tentu.

Karena itu, dalam setiap langkah, kita butuh dua. Yang satu bersemayam di kepala, yang satu lagi di dada. Yang satu akan menyusun rencana, yang lain akan menggiring agar tidak melenceng ke keburukan. Yang lain akan meyakinkan bahwa banyak hal baik yang bisa terjadi di bumi, yang di atas akan mengatur bagaimana mewujudkannya.

No comments:

Post a Comment